Tahun Depan, Ekonomi Indonesia Tumbuh Tidak Jauh Beda dari 2016

Bahasa Indonesia
Metrotvnews.com, Jakarta: Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2017 tidak akan jauh berbeda dari tahun ini. Pertumbuhan ekonomi tahun depan diproyeksikan bergerak pada tingkatan antara lima persen sampai dengan 5,5 persen.



Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Agus Eko Nugroho mengungkapkan adanya ekspektasi suku bunga global yang rendah, sebagaimana disampaikan dalam World Economic Outlook International Monetary Fund (IMF) pada Oktober 2016, akan memberikan keuntungan bagi negara-negara berkembang terutama dalam bentuk aliran modal masuk.



"Ini tentu akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai negara berkembang," ungkapnya, di Kantor LIPI, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (14/12/2016).



Dirinya menambahkan kondisi indikator makroekonomi lainnya seperti nilai tukar rupiah dan tingkat inflasi masih rentan terhadap gejolak perubahan harga komoditas khususnya energi dan pangan, serta suku bunga global.



"Kondisi ketidakpastian di Eropa setelah Brexit, ketidakpastian arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat dengan Presiden terpilih, perlambatan ekonomi Tiongkok, serta dinamika harga komoditas akan menjadi tantangan eksternal yang perlu diperhitungkan oleh para pengambil kebijakan dalam menggerakkan roda perekonomian," jelas dia.

 

Kemudian, Agus juga menyoroti dari sisi politik nasional dan lokal, telah terjadi peningkatan kinerja demokrasi di Indonesia secara kuantitas, tetapi secara kualitas gerak perjalanan transisi demokrasi di Indonesia berjalan sangat lambat. Sehingga, Indonesia masih berada pada posisi atau kategori demokrasi prosedural.



Hal ini ditunjukkan antara lain oleh semakin meningkatnya kebebasan sipil, namun masih banyak diekspresikan dengan cara-cara anti demokrasi seperti demonstrasi dengan kekerasan dan pemaksaan kehendak. Pada sisi lain, lembaga demokrasi belum berperan secara memadai.



"Akibatnya, walaupun kebebasan sipil meningkat, namun peran lembaga demokrasi sebagai saluran hak politik masyarakat cenderung tersumbat. Kondisi ini baik secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi iklim investasi dan kinerja ekonomi," pungkasnya.



Sumber : metrotvnews.com. 14 Desember 2016



Sivitas Terkait : Dr. Agus Eko Nugroho S.E.M.Appl.Econ.