Belum bankable, petani sulit dapat bantuan dana

Bahasa Indonesia

Selasa, 19 September 2017

KONTAN.CO.ID - Petani mengaku masih sulit mendapat bantuan dana dari perbankan akibat masih belum sesuai dengan standar bank. 

Berdasarkan data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), kredit bank dalam pada sektor tanaman pangan dan perkebunan hanya sekitar 0,8% hingga 1,15% dari total kredit yang dikucurkan perbankan.

Sekitar 52% petani yang mendapatkan pinjaman, meraih pendanaan dari non-bank dan non-program. Yang mengakses ke bank hanya 15%. 

Yeni Saptia, Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI pada Selasa (19/9) menilai, kesulitan akses itu dinilai Yeni diakibatkan oleh sektor pertanian yang belum sesuai standar bank atau belum bankable

Yeni bilang, sebanyak 55,33% petani pengguna lahan di Indonesia merupakan petani gurem. Petani gurem adalah mereka dengan lahan di bawah 500 meter persegi. Banyak dari mereka juga tak memiliki sertifikat lahan. 

LIPI menyarankan, pemerintah memberikan literasi keuangan kepada petani, agar petani dapat lebih mengembangkan pendapatannya dengan pencatatan keuangan yang baik. Selain itu, pinjaman sebaiknya terintegerasi dengan program.