Peneliti P2Ekonomi LIPI di IRSA13

Konferensi internasional Indonesian Regional Science Association (IRSA) yang ke 13 telah sukses diselenggarakan di Malang Jawa Timur pada tanggal 25-26 Juli 2016. Empat orang peneliti dari Pusat Penelitian Ekonomi LIPI terpilih untuk mempresentasikan hasil karya mereka dalam konferensi tersebut. Mereka adalah Nurhadiati Endah, Bintang Dwitya Cahyono, Felix Wisnu Handoyo, dan Nurfirdaus.   

Nurhadiati mempresentasikan paper dengan judul “The Competitiveness and Challenges of Automotive Components SMEs in Facing ASEAN Economic Community”. Paper ini adalah hasil kolaborasi dengan Agus Syarif Hidayat, salah satu peneliti senior di Pusat Penelitian Ekonomi LIPI. Nurhadiati membahas mengenai industri otomotif Indonesia yang akan menghadapi persaingan ketat di wilayah Asia Tenggara dimana Masyarakat Ekonomi ASEAN telah dilaksanakan sejak akhir 2015. Selain itu kebijakan pemerintah untuk meningkatkan daya saing komponen otomotif UKM juga dibahas.  Kebijakan pemerintah yang tepat untuk memulihkan dan meningkatkan daya saing UKM sangat ditunggu oleh pelaku UKM.

Nurhadiati mengatakan bahwa sangat menyenangkan bisa mengikuti event besar seperti IRSA. Selain sebagai media untuk mensosialisasikan dan mendiskusikan hasil riset di P2Ekonomi, juga sebagai peluang untuk membangun jaringan yang lebih luas dengan para ilmuan, akademisi, dan masyarakat umum lainnya dari berbagai wilayah/negara

Peneliti P2Ekonomi berikutnya adalah Nurfirdaus yang berkolaborasi dengan Bintang Dwitya Cahyono mempresentasikan paper dengan judul How Food Consumption Pattern and Dietary Diversity Influence Food Security: Evidence from DI Yogyakarta and East Nusa Tenggara. Studi yang dilakukan di DI Yogyakarta dan Nusa Tenggara Timur ini mengungkapkan bahwa, masyarakat di DI Yogyakarta telah mendiversifikasikan pola konsumsi pangan dengan merujuk pada konsep PPH. Artinya bahwa masyarakat telah menyadari konsumsinya memenuhi kebutuhan gizi dengan cara mengkonsumsi pangan yang bergizi dan membantu mereka tidak hanya mencapai ketahanan pangan tetapi juga ketahanan gizi. Selain itu, masyarakat pun telah memanfaatkan pangan lokal sehingga tidak memiliki ketergantungan terhadap pangan yang saat ini dikonsumsi. Sementara itu, di Nusa Tenggara Timur, masyarakat cenderung memenuhi kebutuhan pangan tanpa memperhatikan pangan tersebut mengandung gizi yang baik atau tidak.

Peneliti P2Ekonomi lainnya, Felix Wisnu Handoyo mempresentasikan paper dengan judul “Free Trade And Its Relation To Technology Intensive Product With Human Capital Intensive Products By Indonesia Perspective”. Dalam pemaparannya Felix mengatakan bahwa Indonesia sebagai salah satu anggota ASEAN harus memperkuat teknologi dan sumber daya manusia untuk menghadapi ASEAN Economic Community yang sudah diterapkan sejak Januari 2016. Selama mengikuti IRSA, Felix mengatakan bahwa event ini sangat penting untuk dirinya dan seluruh partisipan karena memberikan kesempatan yang bagus untuk mempresentasikan paper. Felix juga berharap bahwa akan lebih banyak peneliti dan akademisi yang bisa terlibat dalam IRSA berikutnya.

 

 

Bahasa Indonesia