Pembangunan Inklusif dan Peningkatan Daya Saing Nasional untuk Kesejahteraan Masyarakat

Pusat Penelitian EKonomi-LIPI, 16-17 Desember 2015.

Seminar akhir riset DIPA tahun 2015 merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Ekonomi di akhir tahun. Dalam kegiatan ini setiap tim memaparkan hasil temuan dan analisisnya guna mendapatkan masukan demi perbaikan kualitas hasil riset. Dalam seminar kali ini terdapat delapan (8) judul penelitian. Judul-judul penelitian tersebut terdiri dari: 1) Daya saing institusi keuangan nasional dalam ekonomi global; 2) Penguatan peran microfinance dalam mendorong pengembangan UMKM; 3) Pertumbuhan inklusif dan strategi pemerataan pembangunan; 4) implementasi jaminan sosial dalam pemerataan pembangunan di Indonesia; 5) optimalisasi pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan; 6) ketahanan energi dalam mendukung daya saing ekonomi nasional; 7) infrastruktur sosial ekonomi sebagai faktor pendorong perekonomian daerah; 8) penguatan daya saing sektor industri dalam konteks ASEAN Economic Community (AEC) 2015. Seminar ini dilakukan secara panel, selama dua hari dan terbagi dua sesi setiap harinya. Tim juga mengundang narasumber pakar yang merupakan akademisi atau pemegang kebijakan dari instansi terkait.

 

Pada hari pertama, diawali dengan dengan pembahasan mengenai penelitian dari Tim Ibu Yeni Saptia mengenai peguatan peran keuangan mikro dalam mendorong pengembangan UMKM. Pembahas tim ini adalah Dr. Nunung Nuryartono yang merupakan pakar dalam keuangan mikro dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Masukan utama kepada tim ini yaitu dalam hal metodologi penelitian. Tim harus lebih berhati-hati dalam menganalisis dampak dan sebaiknya menggunakan analisis quantitatif dalam menghitung dampak. Kemudian, Penyaji kedua adalah Jiwa sarana, MM  dengan topik penelitian yaitu daya saing institusi keuangan nasional dalam ekonomi global. Pembahas merupakan ahli perbankan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu Abdul Rahman. Penelitian ini bertujuan untuk melihat daya saing perbankan nasional, salah satu poinnya adalah melalui efisiensi perbankan. Namun demikian, perhitungan efisiensinya masih perlu ditinjau lebih lanjut kembali. Kemudian, pada sesi siang, seminar dilanjuti dengan pembahasan mengenai implementasi jaminan sosial dalam pemerataan pembangunan di Indonesia oleh Joko Suryanto, M.Si. pembahas ahli dari tim ini yaitu Fitranita, M.Si dari Pusat Penelitian Kependudukan –LIPI. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari tim pertumbuhan inklusif dan strategi pemerataan pembangunan oleh Esta lestari M. Econ.St, dengan narasumber dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Andie Megantara, Ph.D.  Kedua tim sudah cukup baik dalam membahas permasalahan mengenai BPJS dan pertumbuhan inklusif, akan tetapi menurut kedua pembahas dan juga masukan dari peserta, kedua tim masih harus mengelaborasi data-data yang dimiliki sehingga hasil penelitiannya menjadi lebih komprehensif dan analisisnya pun mnjadi lebih tajam.

 

Pada hari kedua, sesi pertama diawali dengan pemaparan dari tim Opimalisasi pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan oleh Dr. Zamroni, dengan pembahas Akhmad Solihin, MH dari Institut Pertanian Bogor. Tujuan penelitian adalah mencari “benang merah” permasalahan kemiskinan yang terjadi pada komunitas nelayan di kawasan Teluk Jukung, Lombok Timur. Permasalahan kemiskinan di wilayah ini disebabkan lemahnya modal sosial ekonomi nelayan sehingga penguatan modal sosial sangat diperlukan. Topik berikutnya adalah mengenai infrastruktur sosial ekonomi sebagai pendorong perekonomian daerah yang dipaparkan oleh Pangky Tri Febriansyah, MIDEC, dengan pembahas oleh Mali Gismar, dari Universitas Paramadina. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep, pola, dan strategi ideal dalam peningkatan penyediaan infrastruktur sosial dan ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian, sinergi antara pembangunan infrastruktur sosial dan ekonomi dalam kerangka lembaga dan peraturan harus seiring agar pembangunan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan tercipta. Di sesi akhir diskusi, acara ditutup oleh diskusi mengenai ketahan energi dalam mendukung daya saing ekonomi nasional oleh Dr. Maxensius, dengan narasumber dari Dewan Energi Nasional yaitu Drs. Heri Nurjaman, MM. Tim ini berpendapat bahwa tata kelola energi harus difokuskan pada perbaikan di bidang teknologi, infrastruktur dan harga. Dengan adanya peningkatan infrastruktur energi maka diharapkan akan terjadi perbaikan dalam kondisi ketersediaan, kondisi lingkungan, harga yang kompetitif, dan tata kelola yang semakin baik. Kemudian diskusi dilanjutkan dengan topik penguatan daya saing sektor industri dalam menghadapi Asean Economic Community (MEA) oleh Agus Syarif Hidayat, MA dengan pembahas Budi Prasetya Ausilo dari Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respon dan strategi pemerintah, sektor industri otomotif dan pasar kerja terhadap implementasi MEA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri besar relatif lebih siap dalam menghadapi MEA dan memiliki strategi penguatan daya saing mulai dari proses produksi sampai dengan pemasaran. Sedangkan IKM komponen otomotif masih memiliki tantangan baik internal ataupun eksternal yang menghambat perkembangan daya saing. Untuk itu, pemerintah seudah seharusnya memfasilitasi pengembangan jaringan produksi antara IKM dengan industri besar dan Original Equipment Manufactures (OEMs), membangun pusat inovasi untuk IKM, dan sebagainya sehingga dapat membantu IKM untuk berkembang. (NURLIA LISTIANI

 

 

Fatal error: Cannot redeclare class DrupalQueue in /www/ekonomi/public_html/modules/system/system.queue.inc on line 60

Bahasa Indonesia