|

|
|
|
|
|
PENGUMUMAN
Call For Paper Vol. XXI (1), Tahun 2013 TEMA: Kewirausahaan, Sumberdaya Insani (SDM), dan Pertumbuhan Ekonomi
Dalam banyak kegiatan pembinaan kewirausahaan, tumbuh pemikiran baru untuk mengembangkan SDM, sejak sekolah, dalam membangun koperasi dan UKM, peternak, pedagang atau pengembangan jasa layanan publik atau kegiatan produktif lainnya. Di lain pihak, banyak yang melupakan kegiatan kewirausahaan yang juga dapat diperluas maknanya, misalnya bagaimana sekolah atau Perguruan Tinggi menghasilkan perilaku yang memiliki karakter yang kreatif, inovatif, dan pantang menyerah sehingga berdampak pada pembentukan pribadi yang dinamis yang siap menyambut masa depan yang terus berubah.
Pemikiran itu mengandung konsekuensi untuk menempatkan kewirausahaan dalam konteks sosial secara luas. Menerapkan kewirausahaan pendidikan berarti mengubah paradigma pengelolaan pendidikan dari lembaga pelayanan edukatif ke penyelenggaraan sekolah atau universitas sebagai industri yang menghasilkan produk SDM yang terdidik dan terlatih. Penyelenggaraan sekolah dan PT sebagai investasi proses guna menghasilkan lulusan yang bermutu di mana salah satu indikatornya adalah lulusannya memiliki nilai ekonomi yang tinggi yang bisa dibuktikan dengan perolehan pendapatan yang besar dari dunia kerja.
Teori ekonomi mikro mengarahkan bahwa siswa atau mahasiswa sebagai calon investor akan mengumpulkan informasi mengenai biaya investasi, manfaat yang diharapkan (keuntungan berupa uang maupun sosial), dan risiko yang muncul atas keberhasilan menyelesaikan program-programnya. Siswa atayu mahasiswa akan berhasil menyelesaikan studinya jika memperoleh manfaat dari pendidikan yang diikutinya. Siswa atau mahsasiwa juga harus menanggung resiko diantaranya biaya serta memperoleh keuntungan lebih dari investasi yang ditanamkannya.
Ekonom Joseph Schumpeter (1883-1950) merumuskan pemikirannya untuk mendorong pengusaha berinovasi dan melakukan perbaikan dan perubahan. Schumpeter melihat kewirausahaan sebagai kekuatan atau kreativitas. ‘Pengusaha selalu mengembangkan ”ide baru,” yang membuat industri lama usang. Cara-cara lama ditinggalkan oleh penciptaan cara-cara baru dan menghasilkan produk yang lebih baik.
Pengusaha adalah orang yang bersedia menanggung risiko atas usaha barunya. Yang menjadi perhatian utamanya adalah mendapatkan kesempatan yang signifikan dalam memperoleh keuntungan. Untuk itu pengusaha harus menjadi inovator yang memasarkan inovasinya. Pengusaha mengembangkan cara, pelayanan, pasar, dan barang baru sesuai dengan kebutuhan pasar.
Pakar bisnis Peter Drucker menggunakan ide seperti itu untuk menggambarkan pengusaha sebagai seseorang yang benar-benar mencari perubahan, merespon, dan mengeksploitasi perubahan sebagai sebuah peluang. Kemampuannya melihat perubahan dengan cepat dan mengokomunikasikan perubahan. Perubahan ini semakin pantastik dengan makin canggihnya produk industri dalam bidang teknologi informasi (IT) dan komunikasi yang menyediakan informasi yang melimpah sebagai sumber informasi.
Kini pengertian kewirausahaan tidak hanya digunakan dalam bidang ekonomi yang tertuju pada usaha untuk memperoleh keuntungan financial namun pengertiannya diperluas dalam dalam bidang sosial, birokrasi pendidikan, sekolah, bahkan individu. Oleh karena itu, lahirlah istilah kewirausahaan birokrasi, kewirausahaan sosial, kewirausahaan pendidikan, kewirausahaan sekolah/Univesitas, kewirausahaan individu, dan sebagainya.
Untuk itu, dalam jurnal ini diharapkan adanya tulisan-tulisan yang mendukung permasalahan di atas seperti
- Kewirausahaan dan investasi SDM atau sumberdaya insani.
- Kewirausahaan dan Pertumbuhan Ekonomi.
- Pengaruh Investasi Sumberdaya Insani terhadap Kewirausahaan.
- Pengaruh Investasi Sumberdaya Insani terhadap Pertumbuhan Eknomi.
- Dampak Ekonomi Alokasi Anggaran 20% APBN pada sektor pendidikan.
- Peranan Kewirausahaan terhadap pengembangan UMKM.
lihat selengkapnya........
|
|
|
|
| Bidang Pembangunan Daerah
|
| Bidang Pembangunan Daerah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis penelitian, penyusunan rencana, dan program, pelaksanaan penelitian, pemantauan pemanfaatan, evaluasi dan penyusunan laporan hasil penelitian bidang pembangunan daerah, serta kegiatan ilmiah lainnya Pimpinan dan Staff peneliti |
|
|
| Bidang Keuangan dan Perbankan
|
| Bidang Keuangan dan Perbankan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis penelitian, penyusunan rencana, dan program, pelaksanaan penelitian, pemantauan pemanfaatan, evaluasi dan penyusunan laporan hasil penelitian bidang keuangan dan perbankan, serta kegiatan ilmiah lainnya Pimpinan dan Staff peneliti |
|
|
| Bidang Industri dan Perdagangan
|
| Bidang industri dan perdagangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis penelitian, penyusunan rencana, dan program, pelaksanaan penelitian, pemantauan pemanfaatan, evaluasi dan penyusunan laporan hasil penelitian bidang industri dan perdagangan, serta kegiatan ilmiah lainnya Pimpinan dan Staff peneliti |
|
|
|
|
|
 |
Review of Indonesian Economic and Business Studies (RIEBS) is a biannual report published by the Economic Research Center, the Indonesian Institute of Sciences. RIEBS is an English scientific journal, which aim at disseminating empirical research and analytical papers from international scholars focusing on the Indonesian economic and business issues. The comparative studies of different countries’ perspectives are also possible as long as the part of analysis is linked to the Indonesian context.
|
|
|
|
| |
|
|
|
Artikel |
|
|
| » |
Ekonom Duga Ada Mafia Produk Pangan
Metrotvnews.com - Selasa, 06 April 2013
Metrotvnews.com, Jakarta: Pakar ekonomi Latif Adam menduga ada permainan kartel atau mafia dalam distribusi produk pangan yang menyebabkan pasokan pangan dalam negeri terganggu. Hal ini membuat target swasembada pangan 2014 sulit terealisasi.
Artikel selengkapnya........
|
| » |
LIPI : Permainan Kartel Ganggu Pasokan Pangan Dalam Negeri
objektif NEWS - Kamis, 07 April 2013
Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Latif Adam menduga adanya kartel dalam distribusi pangan di Indonesia. Karenanya, pasokan pangan dalam negeri sering terganggu.
Artikel selengkapnya........
|
| » |
MENGUATKAN DAYA SAING
Republika (Kolom Opini) - Senin, 25 Maret 2013
Daya saing merupakan salah satu parameter untuk menilai kemakmuran suatu bangsa dan inovasi sebagai salah satu komponen utamanya. Setelah hampir dua dasawarsa, kebanggaan bangsa ini kian redup dan daya saing bangsa pun seperti belum menemukan arah.
Artikel selengkapnya........
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |